Posted by KabarNet pada 01/03/2013
Dalam wawancara eksklusif dengan RCTI,
Anas menyebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengetahui
tentang aliran dana ini. Putra bungsu SBY itu disebut-sebut turut
menerima aliran duit proyek pusat olahraga terpadu Hambalang dari
perusahaan milik bekas bendahara partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
Bahkan dalam salah satu pertemuan di
Cikeas yang dihadiri Majelis Tinggi, 2011 lalu, SBY sempat marah sampai
menggebrak meja lantaran informasi ini. Anas menyebut Amir Syamsuddin,
yang saat itu menjabat Sekretaris Majelis Tinggi, juga tahu tentang
informasi ini.
Menurut sumber yang kala itu menyaksikan
pertemuan, Presiden SBY sangat marah, sampai dua kali menggebrak meja.
Gebrakan yang pertama, setelah Nazar mengatakan bahwa Edhie Baskoro
pernah menerima uang darinya yang diambil dari kas partai. Gebrakan
kedua, yang menyebabkan meja terpelanting, dilakukan sesudah Nazaruddin
menyebutkan Ani Yudhoyono pun menerima uang dari Nazar sebesar 5 juta
dolar AS, yang berasal dari kas Demokrat, dan merupakan pemberian
Pertamina.
Kini, dokumen yang diklaim menunjukkan
aliran dana Hambalang ini beredar di kalangan wartawan. Data ini
disebut-sebut sebagai catatan perusahaan grup Permai yang dibuat
Yulianis, staf keuangan Nazar. Dalam catatan itu, Ibas tercatat menerima
uang senilai US$ 900 ribu untuk kedua transaksi. Transaksi itu terjadi
pada 29 April 2010 dan 30 April 2010.
DOKUMEN KEUANGAN PT ANUGRAH NUSANTARA YANG MENCATAT NAMA IBAS
Uang pertama kali dikirm kepada Ibas pada
tanggal 29 April 2010 sebesar 500 ribu dolar AS. Di hari yang sama,
Ibas menerima kiriman senilai 100 ribu dolar AS. Uang kemudian diberikan
kepada Ibas pada tanggal 30 April 2010. Pada tanggal ini Ibas menerima
sebesar 200 ribu dolar AS dan 100 ribu dolar AS, yang diserahkan oleh
staf bernama Bahri.
Mantan Ketua Umum Demorkat Anas
Urbaningrum tak membantah kalau Nazaruddin menyebut aliran uang salah
satunya masuk ke Ibas. Kata dia, memang ada nama-nama yang mengejutkan
yang saat itu disampaikan Nazaruddin. Menurut anas, Amir Syamsuddin
adalah sosok yang mengetahui detail penyidangan Nazaruddin di Cikeas.
Anas pun meminta Amir Syamsuddin membeberkan hasil pemeriksaan
Nazaruddin di Cikeas. “Ketika diperiksa, tentu ada hasil pemeriksaan,
apa hasil pemeriksaannya?” kata Anas.
Ketika dikonfirmasi, Amir membantah
tuduhan bahwa Ibas menerima duit Hambalang sekaligus menolak tantangan
Anas untuk buka-bukaan soal pemeriksaan Nazaruddin di Cikeas. Anas pun
menjawab. “Pasti (soal tuduhan korupsi Ibas) dibantahlah. Tapi saya
minta itu saja (penjelasan persidangan Nazar di Cikeas),” kata dia.
“Soal dibantah atau tidak, itu soal lain”.
Sebelumnya Anas Urbaningrum memberi
tanggapan perihal rumor adanya aliran dana Hambalang kepada Ibas. “Kalau
soal itu, silakan tanya ke Pak Amir Syamsuddin. Karena waktu itu saya
hanya ikut rapat, mendengarkan,” kata Anas dalam wawancara khusus dengan
RCTI. Wawancara “Perlawanan Anas” ini ditayangkan di RCTI
Rabu, 27 Februari 2013. Amir Syamsuddin merupakan anggota Majelis Tinggi
Partai Demokrat. “Kalau nanti Pak Amir tidak bersedia menjawab, saya
yang menjadi cadangannya”.
Sementara itu, Ibas membantah pernyataan
mantan Ketua Umum DPP Demokrat Anas Urbaningrum bahwa dia menerima
aliran dana hasil korupsi proyek Hambalang. Ibas menganggap pernyataan
Anas sebagai lagu lama yang diulang. ”Ini seperti lagu lama yang
diulang-ulang. Saya katakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak
berdasar. Seribu persen saya yakin kalau saya tidak menerima dana dari
kasus yang disebut-sebut selama ini,” kata Ibas dalam siaran persnya
kepada wartawan, Rabu 27 Februari 2013. [KbrNet/Slm]